Jeritan Malam di Rumah Tua

Di balik gerbang besi berkarat, tersembunyi Rumah Tua Wijaya yang diselimuti aura misterius. Bangunan megah bergaya kolonial Belanda itu telah lama ditinggalkan penghuninya, meninggalkan jejak kemegahan yang terkubur dalam debu dan keheningan.

Suatu malam, sekelompok remaja yang terobsesi dengan cerita mistis memutuskan untuk menjelajahi Rumah Tua Wijaya. Di bawah sinar bulan purnama, mereka menerobos pagar yang rapuh dan melangkah ke halaman yang ditumbuhi rumput liar.

Langkah kaki mereka bergema di lorong-lorong remang-remang, diiringi suara gesekan kayu dan desiran angin yang seolah-olah membisikkan cerita-cerita seram. Sesekali, mereka dikejutkan oleh bayangan-bayangan yang menari di dinding, hasil dari permainan cahaya bulan dan jendela yang kotor.

Di salah satu ruangan, mereka menemukan sebuah lukisan tua yang tergeletak di lantai. Lukisan itu menggambarkan seorang wanita cantik dengan gaun putih, namun matanya yang kosong memancarkan aura kesedihan dan ketakutan.

Ketika salah satu remaja menyentuh lukisan itu, ruangan itu tiba-tiba menjadi dingin dan bau busuk menyeruak. Jeritan melengking terdengar dari balik tembok, membuat mereka bergidik ngeri.

Sebuah pintu tersembunyi terbuka dengan sendirinya, menampakkan tangga yang mengarah ke ruang bawah tanah. Rasa penasaran dan petualangan mendorong mereka untuk menuruni tangga yang gelap dan lembab.

Di ruang bawah tanah, mereka menemukan ruangan yang penuh dengan boneka-boneka tua yang ditata dengan aneh. Di tengah ruangan, terdapat sebuah peti mati yang terbuat dari kayu ek yang kokoh.

Baca Juga: Misteri Hutan Gelap: Kisah Teror di Tengah Malam

Tiba-tiba, boneka-boneka itu mulai bergerak, matanya yang kosong menatap mereka dengan tatapan penuh kebencian. Jeritan-jeritan melengking semakin keras, dan ruangan itu berguncang dengan kekuatan yang tak terduga.

Para remaja panik dan berusaha melarikan diri, namun pintu-pintu terkunci dan tangga runtuh. Mereka terjebak di ruang bawah tanah yang penuh dengan boneka-boneka terkutuk.

Malam itu, Rumah Tua Wijaya menjadi saksi bisu jeritan-jeritan malam yang tak terjawab. Para remaja yang terjebak di dalamnya harus berjuang untuk keluar dari tempat terkutuk itu sebelum mereka menjadi korban berikutnya.

Kisah Rumah Tua Wijaya menjadi legenda di kalangan masyarakat setempat. Tak ada yang berani mendekati rumah itu lagi, karena mereka takut akan jeritan-jeritan malam yang menghantui dan boneka-boneka terkutuk yang menyimpan dendam kesumat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *